• Sriboga Team

Pizza Hut di AS Oleng, Bagaimana Nasib Sarimelati Kencana (PZZA)?

Kinerja Pizza Hut di Negeri Paman Sam boleh jadi ‘anyep’ sehingga NPC International Inc, operator restoran makanan terbesar di AS itu, terjerat utang hingga US$1 miliar. Lalu, bagaimana dengan nasib Pizza Hut di Tanah Air, yang dikelola oleh emiten PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA)?

Di Indonesia, satu-satunya pemegang lisensi Pizza Hut adalah PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA), yang berdiri pada 1987 dan merupakan penerima waralaba untuk merek Pizza Hut Indonesia berdasarkan perjanjian waralaba dengan Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd.,salah satu entitas anak dari Yum! Brands, Inc.


irektur Operasional Sarimelati Kencana Jeo Sasanto mengungkapkan Yum! Brands Inc., emiten yang melantai di Bursa Saham New York dengan kode saham YUM, sebagai pemilik brand Pizza Hut memang memiliki banyak pewaralaba di seluruh dunia yang berbeda kepemilikan dan kinrjanya.


Secara umum, katanya, bisnis Pizza Hut di Amerika Serikat memang mengalami perlambatan pertumbuhan.


Tetapi, di beberapa bagian dunia lainnya, justru sedang mengalami pertumbuhan yang pesat, terutama di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia. Jadi masalah NPC International tidak berhubungan dan berdampak pada bisnis PZZA.


Jeo menyatakan kinerja perseroan sepanjang 2019 akan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia sebelum 31 Maret 2020. “Biasanya lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” jawabnya diplomatis ketika ditanya kinerja keuangan 2019.


Sebelumnya, Jeo pernah mengatakan pada tahun ini penjualan perseroan bakal tetap tumbuh. “Diperkirakan tumbuh double digit melalui penambahan outlet baru,” ujarnya akhir Desember silam.


Sejak awal tahun hingga November 2019, terdapat tambahan outlet baru perseroan sebanyak 50 unit. Dengan demikian, total jumlah gerai hingga November 2019 sebanyak 501 unit, yang terdiri dari Pizza Hut Restaurant (PHR), Pizza Hut Delivery (PHD), dan Pizza Hut Express (PHE).

Pada acara public expose perseroan pada November tahun lalu, manajemen juga sempat menyatakan optimisme pada 2020 karena masih banyak daerah di Indonesia yang belum ada gerai Pizza Hut.


Sarimelati Kencana juga memiliki pabrik pasta di Jakarta, pabrik sosis di Jawa Barat, serta pabrik adonan di Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, Bali, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Riau.


Sarimelati juga mengendalikan 20 pusat distribusi di seluruh Indonesia,yang terdiri dari 5 gudang dry dan 15 gudang frozen untuk memastikan pasokan bahan makanan berkelanjutan dalam mendukung kinerja operasional Outlet.

KINERJA KUARTAL III/2019

Hingga kuartal III/2019, PZZA membukukan penjualan senilai Rp2,94 triliun atau tumbuh 14,2% secara tahunan, sedangkan laba bersih meningkat 47% secara tahunan menjadi Rp149 miliar.


Kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut, terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih dan beban bunga yang turun signifikan. Beban bunga dan keuangan turun 72,46%, dari Rp28,47 miliar per kuartal III/2018 menjadi Rp7,84 miliar per kuartal III/2019.


Perseroan optimistis dapat mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 13%-15% secara tahunan dan margin laba bersih 4%-5% pada akhir 2019.


Raihan penjualan PZZA sebesar Rp2,94 triliun, terutama disumbang dari wilayah Jakarta, sebagai kontributor terbesar, yakni 41,81% terhadap total penjualan, diikuti Jawa dan Bali sebesar 30,39%, Sumatra 13,65%, Sulawesi 6,59%, dan Kalimantan sebesar 5,80%.


Adapun, wilayah timur berkontribusi 1,76% terhadap penjualan. Sementara itu, laba bersih yang dikantongi senilai Rp149,24 miliar.


Adapun, harga saham PZZA pada penutupan perdagangan Jumat (21/2/2020) tak bergerak di level Rp1.010 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp3,05 triliun dan price earning ratio 15,30 kali. Sepekan terakhir, harga saham PZZA melorot 4,72 persen dan secara year to date turun 9,01%.


PZZA mulai melantai pada Mei 2018 dengan melepas 604,37 juta saham lewat penawaran umum perdana, termasuk program employee stock allocations (ESA). Harga pelaksanaan IPO kala itu sebesar Rp1.100 per saham, sehingga PZZA mengantongi dana segar sebesar Rp664,81 miliar.


Saat melantai, Sarimelati Kencana menggunakan pembukuan 2017, di mana total aset perseroan berkisar Rp1,4 triliun, jumlah utang sebesar Rp1,1 triliun dan ekuitas senilai Rp370 miliar.


Adapun, komposisi pemegang saham PZZA, yaitu PT Sriboga Raturaya dengan kepemilikan saham 64,79 persen atau1,95 miliar saham, Albizia Asean Opportunities Fund sebanyak 6,34 persen atau 191,53 juta lembar, dan publik 28,86 persen atau 872,40 juta lembar saham.


Semula, Pizza Hut Indonesia dimiliki oleh PT Recapital Advisory (Recapital), yang dijalankan oleh Rosan Roeslani dan Sandiaga Uno. Nah, pada Juli 2008, Sriboga mengakuisisi 66% saham Pizza Hut Indonesia yang dipegang Recapital.

Credit: bisnis.com

Sriboga’s story continues to be written every day by thousands of men and women around the world. Their experience, loyalty and trust provides inspiration for growth. Sriboga is an innovative company, with strategic planning extending well into the future. Nevertheless, Sriboga stays true to their history and values. The wheat stalk is our history, it reminds us of where we began. It is our link to our past, which goes back over 20 years, as we plan for the future, overcome a new set of challenges and contribute to a sustainable economy for our people.

  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya

WHAT WE DO

LEADERSHIP TEAM


ETHICS


BRAND IDENTITY


BUSINESS MODEL


OUR PEOPLE


GOVERNANCE

OUR COMPANIES
NEWS

IN THE MEDIA 

INDUSTRY NEWS


SRIBOGA NEWS

 

EVENTS

Copyright © 2020 PT Sriboga Raturaya