• Sriboga Team

IPB University dan IPMI International Business School Jalin Kerjasama

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menghadiri undangan dari IPMI International Business School untuk menjadi pembicara dalam acara Power Talk, “Development of Smart Food Business With Value Added Based on Technology Innovation”, Senin (9/3) di Kampus IPMI International Business School, Jakarta.


IPB University dan IPMI International Business School Jalin Kerjasama
IPB University dan IPMI International Business School Jalin Kerjasama

Undangan ini tak lain datang dari seseorang yang juga pernah menjadi orang nomor satu di IPB University yakni Prof Dr Aman Wirakartakusumah. Prof Aman menjabat sebagai Rektor IPB University pada periode 1998 hingga 2002. Bagi Prof Arif, sosok Prof Aman merupakan guru yang selalu menginspirasinya hingga kini.

“Saya memang pengagum Prof Aman, dari dulu selalu menginspirasi. Katanya, kalau dosen biasa itu telling. Good teacher is explaining. Great teacher is inspiring, dan Prof Aman ini salah satu yang inspiring,” ungkap Prof Arif.

Dalam acara tersebut, Prof Arif menyampaikan, persoalan pangan yang dihadapi Indonesia menjadi persoalan penting untuk dicari solusi bersama. Ia memaparkan data Global Hunger Index, di tahun 2018 skor untuk indeks kelaparan Indonesia adalah 21,9 yang tergolong dalam kategori serius.


“Negara maju punya skor 5. Untuk mengejar dari skor 21,9 ke skor 5, kalau kita pakai cara business as usual, kita butuh waktu 30 tahun. Maka ini memang membutuhken ekstra upaya agar kita bisa melihat persoalan ini dengan lebih cermat lagi,” kata Rektor IPB University.

Oleh karenanya, Prof Arif menekankan bahwa era perubahan yang diawali revolusi industri 4.0 ini mesti direspon dengan langkah-langkah strategis. Seperti halnya IPB University kini telah berusaha keras melakukan proses transformasi digital yang begitu masif.

“Saat revolusi industri 4.0 itu muncul, hal yang paling dasar adalah IPB merespon seperti apa? Bagaimana pertanian, perikanan, peternakan 4.0 itu? Maka IPB kini juga telah merumuskan IPB Agromaritime 4.0 yang diturunkan menjadi roadmap research bagi peneliti di IPB. Jadi, sekerang peneliti IPB harus membuat penelitian yang sesuai dengan roadmap IPB 4.0 itu,” ujar Prof Arif.


Selain itu, IPB University dan IPMI International Business School juga sepakat menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kerjasama ini dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Prof Arif bersama Prof Aman yang disaksikan sejumlah jajaran pejabat IPB University.

Dalam sambutan Prof Aman menyampaikan rasa bangganya kepada IPB University yang tak henti menghasilkan inovasi dan prestasi. Tanpa bermaksud mendahului paparan Prof Arif, Prof Aman menyampaikan capaian IPB University baru-baru ini.

“IPB sudah terpilih sebagai rangking dunia nomor 59 dari QS World University Rangking by Subject on Agriculture and Forestry. Ini salah satu kebanggan saya. Saya tahu, karena saya kuliah di Amerika. Duke University itu bagus. Nottingham University juga bagus, tapi untuk pertanian dan kehutanan, IPB lebih bagus dari mereka, " tutur Prof Aman.


Ada satu hal yang menjadi perhatian Prof Aman ketika melihat tren yang ada di dunia pendidikan tinggi khususnya di berbagai sekolah bisnis di dunia. Ternyata menurutnya, saat ini tidak saja menekankan pentingnya ilmu bisnis dan manajemen, namun juga sangat ditekankan pentingnya latar belakang tentang science, technology, engineering, mathematic (STEM). Bahkan Prof Aman sendiri menambahkan pentingnya art dan sociologic.

“Sosiologi ini muncul dari teman-teman IPB. Jadi sosiologi ini kalau tidak dimasukkan kita tidak bisa paham dengan humanity atau masyarakat. Jadi dalam konteks ini, IPMI sangat memimpikan ada kekayaan konten yang diberikan sehingga para mahasiswa tidak hanya memahami dengan baik ilmu-ilmu manajemen dan bisnis, tapi juga tentang STEM itu. Oleh karena itu kerjasama dengan IPB ini sangat penting peranannya, karena saya tahu betul IPB sangat kuat di dalam sains dan teknologi,” ujar Prof Aman.


Ke depan Prof Aman punya harapan untuk menghasilkan sarjana-sarjana yang dihasilkan nanti tidak hanya menguasai berbagai aplikasi teori namun juga mampu menangani persoalan-persoalan pangan. Prof Aman juga berharap para lulusannya bisa terjun di bidang pertanian.

Credit: kumparan.com

13 views0 comments