GoPay, OVO, GoFood hingga GrabFood Bawa Hoki Bagi Pizza

Pengelola restoran Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menargetkan bisa membangun 60 toko baru sepanjang Semester II 2019. Analis UOB menilai, teknologi finansial (fintech) pembayaran seperti GoPay dan OVO, serta layanan pesan-antar makanan seperti GoFood dan GrabFood membawa keberuntungan bagi PZZA.


Sebab, konsumen memiliki alternatif layanan pembayaran dan pengiriman makanan di Pizza Hut. Kontribusi positif itu terlihat dari pendapatan dan laba bersih yang terus tumbuh.

Pizza Hut menargetkan bisa membangun 60 toko baru sepanjang Semester II 2019.

"Beberapa konsumen sekarang memesan makanan atau minuman menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh startup. Ini telah mengubah perilaku konsumen di Indonesia," demikian dikutip dari laporan UOB Kay Hian, Jumat (11/10).


Pertumbuhan pendapatan dari pengiriman pizza meningkat dari 8,7% (year on year/yoy) pada 2017, menjadi 10,7% tahun lalu. Perusahaan memperkirakan, pendapatan dari layanan ini tumbuh 13-15% tahun ini.


Sejalan dengan kinerja positif itu, PZZA memperkirakan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization/EBITDA) tumbuh 10-12% tahun ini. Sedangkan margin laba bersih diproyeksi meningkat 5%.


Perusahaan optimistis target itu bisa tercapai. Sebab, laba bersih sepanjang Semester I saja tumbuh 21,6%. Karena itu, Sarimelati menargetkan bisa membangun 60 toko baru pada paruh kedua tahun ini. Dengan begitu, kios-kios anyar ini bisa beroperasi pada 2020.


Emiten dengan kode PZZA itu juga berencana membangun pabrik di Cikarang, Jawa Barat, yang biayanya diperkirakan Rp 100 miliar. Namun, perusahaan sudah menyiapkan belanja modal hingga Rp 500 miliar tahun ini.

Pemesanan Makanan secara Online Makin Digemari

Analis UOB menilai, kehadiran layanan berbasis digital baik dalam bentuk pembayaran maupun pesan-antar makanan tidak serta-merta meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan. PZZA memaksimalkan hal itu dengan program loyalitas, seperti diskon hingga 60%.


Karena itu, Pizza Hut bisa memaksimalkan keuntungan dari adanya layanan berbasis digital.


Per Semester I 2019, Pizza memiliki 377 toko yang tersebar di Pulau Jawa. Jumlah tersebut setara 77,8% dari total 499 toko yang dimiliki perusahaan di seluruh Indonesia. Seluruh cabang yang di Pulau Jawa pun menyumbang 72,3% terhadap penjualan.


Adapun perusahaan yang berdiri pada 1987 itu memiliki tiga unit usaha, yakni Pizza Hut Restaurant (PHR), Pengiriman Pizza Hut (PHD), dan Pizza Hut Express (PHE). PHE merupakan format toko baru PZZA yang memiliki konsep lebih kecil dari toko lainnya.


PHE dirancang untuk melayani pelanggan saat bepergian, dengan segmentasi profesional yang sibuk, mahasiswa, dan pelanggan potensial lainnya. Unit bisnis ini mengusung pemesanan makanan dalam hitungan menit.


Read also: Pizza Hut sales increased to Rp 1.93 trillion

Credit: Katadata.co.id

Sriboga’s story continues to be written every day by thousands of men and women around the world. Their experience, loyalty and trust provides inspiration for growth. Sriboga is an innovative company, with strategic planning extending well into the future. Nevertheless, Sriboga stays true to their history and values. The wheat stalk is our history, it reminds us of where we began. It is our link to our past, which goes back over 20 years, as we plan for the future, overcome a new set of challenges and contribute to a sustainable economy for our people.

  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya

WHAT WE DO

LEADERSHIP TEAM


ETHICS


BRAND IDENTITY


BUSINESS MODEL


OUR PEOPLE


GOVERNANCE

OUR COMPANIES
NEWS

IN THE MEDIA 

INDUSTRY NEWS


SRIBOGA NEWS

 

EVENTS

Copyright © 2020 PT Sriboga Raturaya