• Sriboga Team

Belajar Ketahanan Bisnis Era Pandemi dari Sari Roti dan Pizza Hut


IPMI CEO Talk Series

Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini sangat memengaruhi setiap aspek bisnis. Perusahaan-perusahaan menghadapi tantangan yang membutuhkan fokus lebih kuat dari sebelumnya. Hal ini menimbulkan urgensi bagi perusahaan dan semua stakeholders untuk berkolaborasi dalam solusi praktis.


Sejumlah perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi ini, bahkan sudah merancang strategi untuk menghadapi kondisi pascapandemi. Misalnya PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. dengan mereknya Sari Roti. Wendy Yap, CEO PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., mengatakan, Sari Roti sudah bersiap sejak awal Covid-19 muncul. Persiapan yang dipikirkan olehnya pertama kali adalah mencari credit line dan funding. Sebagai antisipasi kalau saja dibutuhkan extra raw material untuk extra raw quarantine.


“Kuncinya adalah awareness. Ini hal paling penting bagi kami dalam menghadapi pandemi ini,” ujar Wendy dalam CEO Talk Series: Business Resilience and Recovery to Covid-19 for Sustainable Finance yang diselenggarkan oleh IPMI International Business School.


Perusahaan harus aware dan mengerti lifestyle konsumen. Menurutnya, di tengah krisis selalu ada peluang. Ia mencontohkan, Sari Roti perlu memikirkan bagaimana supaya konsumen bisa mendapatkan roti walau tetap di rumah. “Maka Sari Roti mencoba fokus di online dengan e-commerce,” ujarnya.


Perhatianya berikutnya ada pada pengaturan sistem. Contohnya dalam produksi dan sales. Kebutuhan makanan di saat pandemi justru meningkat, mengakibatkan produksi harus berjalan terus. Ia mengungkapkan, perusahaan justru perlu merekrut tenaga kerja tambahan. Baik untuk produksi maupun untuk kurir yang mengantar ke rumah-rumah.


“Maka kami mengatur existing system dan merekrut extra people. Ketika Anda mempunyai sistem maka bisa mengatur dengan baik. System has to be in place,” ungkapnya.


Terkait langkah pemulihan bisnis memasuki era normal baru. Wendy mengatakan, manajemen perlu memikirkan tidak hanya ketersediaan stok, tapi juga harus memikirkan apa berikutnya. Perusahaan perlu terus memperhatikan gaya hidup konsumen, misalkan saat konsumen kembali bekerja di kantor. Ia melihat bahwa perusahaan akan mengarah kepada efisiensi, misalkan perubahan skala restoran yang tidak perlu besar lagi karena orang-orang akan lebih banyak pesan online.


“Perlu melihat mengenai New Consumer. Perusahaan akan belajar bagaimana supaya lebih efisien. Menggunakan e-commerce, yang akan melakukannya dengan baik. Recovery memang akan berjalan lambat, tetapi bukan berarti menutup kemungkinan untuk recovery dengan baik,” ungkapnya.


Sementara itu, Steven Lee, CEO PT Sarimelati Kencana Tbk. yang memayungi waralaba Pizza Hut, pada acara yang sama menyampaikan, ada tiga perspektif yang harus digunakan dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi. Yaitu employee perspective, consumer perspective, dan community perspective. Salah satu perubahan yang dilakukan Pizza Hut adalah terkait cara dine-in konsep yang seidkit berubah untuk memastikan rasa aman konsumen.


“Perspektif customer yakni melihat bagaimana perubahan dan peluang. Yang sedang diadaptasi sekarang adalah contactless delivery, tujuannya untuk membuat pelanggan merasa aman,” ujar Steven.


Terkait upaya-upaya dalam ketahanan dan pemulihan bisnis tersebut, Roy Sembel, Professor Distinguished Chair for Finance & Investment IPMI, mengatakan bahwa setidaknya ada empat konsep yang perlu diperhatikan supaya resilience, yaitu Resilience HC, Organizational Ready Resilience, Infrastructure Resiliene, dan Bisnis Resiliency. Selian itu juga pengaruh terkait risk governance.


Maka menurutnya, hal yang perlu difokuskan perusahaan-perusahaan adalah terkait kerja sama dengan supplier, renegosiasi dengnan pihak-pihak kreditur, dan mengatur cashflow, sambil terus mencari alternative sources.


“Intinya future strategy. Bagaimana menghadapi model bisnis baru. Di new normal ini akan ada situasi baru, cara menjalankan bisnis baru dan lain lain. Perusahaan harus cepat, lincah, dan gesit,” ujar Roy.

Sriboga’s story continues to be written every day by thousands of men and women around the world. Their experience, loyalty and trust provides inspiration for growth. Sriboga is an innovative company, with strategic planning extending well into the future. Nevertheless, Sriboga stays true to their history and values. The wheat stalk is our history, it reminds us of where we began. It is our link to our past, which goes back over 20 years, as we plan for the future, overcome a new set of challenges and contribute to a sustainable economy for our people.

  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya

WHAT WE DO

LEADERSHIP TEAM


ETHICS


BRAND IDENTITY


BUSINESS MODEL


OUR PEOPLE


GOVERNANCE

OUR COMPANIES
NEWS

IN THE MEDIA 

INDUSTRY NEWS


SRIBOGA NEWS

 

EVENTS

Copyright © 2020 PT Sriboga Raturaya