• Sriboga Team

Aset alokasi terbaik di masa Wabah Covid 19

Aset alokasi terbaik di masa Wabah Covid-19 Perkembangan pasar finansial saat ini sangat berbeda dengan prediksi yang dibuat akhir tahun lalu sebelum wabah Covid-19 menerpa, sehingga tidak bisa dijadikan pegangan lagi. Kontaminasi wabah Covid 19 membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia jadi negatif.


Aset alokasi terbaik di masa Wabah Covid 19
Aset alokasi terbaik di masa Wabah Covid 19

Menurut Roy Sembel Profesor Finance and Investment di IPMI International Business School, semua tekanan ekonomi global ini langsung mempengaruhi perekonomian Indonesia Indonesia banyak menggantungkan perekonomiannya pada ekonomi domestik. Namun saat Wabah Corona melanda, orang-orang harus tinggal di rumah dan membuat perekonomian di dalam negeri jadi setengah lumpuh. Dalam prediksi terbarunya The Economists memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun dari 5%-an menjadi 1%. Cukup drastis, tapi jauh lebih baik dibanding mayoritas negara lain yang tumbuh negatif.


Nilai Rupiah pun ikut melorot dari kisaran Rp 13.700 di (20/2) menjadi 14.300 di (28/2). Memasuki Maret terus melemah mencapai Rp 16.575 di (23/3). Walau sekarang Rupiah bergerak di kisaran ke 16.300, dalam conference call-nya Sri Mulyani memperingatkan ada kondisi yang membuat Rupiah kembali melemah ke Rp 17.500-Rp 20.000. Kondisi sekarang, menurut Roy Sembel, seperti tahun 2008. Waktu itu Indonesia menerbitkan global bond berdenominasi dolar dengan bunga belasan persen, padahal biasanya hanya 1%-an. Tapi kondisi sulit di dunia membuat negara-negara berebut investor. Sementara itu, IHSG melorot dari 6.300-an di awal tahun, terus turun ke 4.000-an, bahkan sempat menyentuh angka 3.900 (24/3). Tapi menurut Roy Sembel, titik keseimbangannya IHSG sekarang ini mulai terlihat di 4.500-4.600. Walau masih ada kemungkinan pasar modal bisa memburuk, tapi saat ini harga-harga saham turun cukup dalam. Beberapa saham bahkan sudah kembali ke harganya di 3-5 tahun lalu.


Salah satu yang cukup menarik adalah saham di perusahaan-perusahaan yang gencar melakukan buyback. Tidak semua perusahaan yang melakukan buyback. Para investor sebaiknya memilih perusahaan yang melakukan buyback dan juga tidak mempunyai banyak utang. Selain saham, para investor juga bisa mengoleksi surat-surat utang karena masih ada kemungkinan adanya penurunan suku bunga acuan. Tetapi bersiaplah untuk mulai melepasnya di semester 2 nanti. Investor juga bisa mengoleksi logam mulia untuk diversifikasi. Tapi menurut Roy Sembel kita cukup mengoleksi 2,5% dari total portofolio karena harga emas tidak terlalu menguntungkan untuk investasi.

Credit: kontan.co.id

29 views0 comments