3 Tips Atur Keuangan Restoran dari Marugame Udon

Kehadiran restoran di Indonesia, khususnya di perkotaan, semakin menjamur. Ini sejalan dengan tumbuhnya preferensi masyarakat untuk membeli makanan jadi.


Dengan kondisi ini, bisnis kuliner menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Namun, bisnis kuliner juga merupakan usaha yang berisiko.


Banyak sekali faktor eksternal maupun internal yang bisa mempengaruhi omzet restoran. Modal besar, lokasi strategis, dan cita rasa enak bukan lagi jaminan untuk bisa bertahan di tengah tingginya persaingan pasar.


Melihat hal tersebut, jaringan restoran Marugame Udon, yang berlisensi di bawah PT Sriboga Marugame Indonesia (SMI), berfokus pada tata kelola internal dan manajemen restoran yang baik.


Marugame Udone & Tempora

Untuk mengoptimalkan profit dan pertumbuhan yang seimbang, Akhmad Nurhidayat, Chief Financial Officer SMI, mengungkapkan pentingnya pengelolaan keuangan restoran yang baik untuk mendukung keputusan bisnis strategis. Berikut ini adalah tiga tips dari Marugame Udon tentang manajemen finansial restoran yang optimal.


1. Evaluasi kinerja keuangan secara konsisten

Setiap restoran harus menetapkan target return dari investasi atau target lainnya, misal sales growth atau jumlah pembukaan outlet dalam waktu tertentu di awal lalu mengevaluasi pencapaiannya.


"Evaluasi pencapaian dilakukan dengan alat ukur yang sesuai atau disepakati oleh top manajemen khususnya oleh CFO," kata Akhmad. Misalnya, dalam industri restoran, dikenal istilah same-store sales growth dan same-store transaction growth.


Kedua istilah ini adalah membandingkan sebuah restoran yang memiliki masa operasi yang sama dari dua tahun yang berbeda, dilihat dari pertumbuhan sales dan pertumbuhan transaksi.   Menurutnya, bisnis sebaiknya tidak cukup hanya memiliki laporan keuangan, namun juga harus memahami apa makna dibalik angka-angka tersebut.


Apakah angka yang ada berarti bisnisnya beroperasi dengan baik atau bahkan performanya di bawah rata-rata. Dari hal itu, top manajemen bisa mengambil keputusan untuk mengoptimalisasi cabang restoran yang ada.


2. Memastikan pertumbuhan terjadi secara berkesinambungan

Pada banyak kasus, top manajemen terlalu fokus pada pertumbuhan outlet atau omzet dan sedikit mengesampingkan laba.


Padahal, ada banyak aspek lain yang dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang. Misalnya, loyalitas konsumen, inovasi produk, hingga manajemen SDM.


“Merekrut karyawan berkualitas dan melatih mereka tentu butuh banyak waktu dan biaya. Karena itu, sebisa mungkin harus membuat karyawan nyaman dan betah, karena jika turn over tinggi, maka itu juga akan berpengaruh pada performa operasi restoran yang berdampak ke kinerja keuangan,” ungkap Akhmad.


Ia juga menjelaskan, salah satu imbas negatif dari pertumbuhan terlalu cepat yang tidak diikuti oleh perencanaan bisnis yang matang adalah kanibalisme di antara outlet.


“Jangan sampai bisnis yang satu malah memakan omzet cabang bisnis lainnya karena terletak terlalu dekat atau memiliki segmen pasar di lokasi yang sama,” jelasnya.


3. Upgrade sistem dan review biaya transaksi keuangan

Manajer keuangan harus tetap up-to-date dengan sistem keuangan terbaru yang bisa memberikan efisiensi lebih, baik itu software, ERP system, maupun upgrade SOP, untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisiensi biaya dan laporan yang dihasilkan.


Sebagai jaringan restoran global, Marugame Udon juga melakukan berbagai transaksi internasional, terutama untuk pembelian bahan-bahan makanan dan peralatan masak.


Sebagai contoh, Marugame tidak lama ini menggunakan jasa layanan pembayaran non bank yaitu Wallex, platform asal Singapura yang menawarkan layanan transfer dana internasional.


“Ada ketidakefisienan dari pengiriman uang menggunakan bank ke luar negeri. Cost per transaction-nya sangat tinggi, karena sebagian besar harus menggunakan bank korespondensi. Lalu, proses transaksi juga memakan waktu, karena harus menyesuaikan dengan jam operasional bank korespondensi," ungkap Akhmad.


Selama ini, imbuhnya, setelah memakai sistem baru dengan Wallex, pihaknya bisa menurunkan biaya transfer internasional hingga 50-60 persen.


Sementara itu, Andy Putra, Country Manager Wallex di Indonesia menyebut, menerapkan harga transaksi flat sebesar Rp 100.000 per transaksi, dibandingkan penyedia layanan tradisional yang menetapkan tarif progresif.


Pun Wallex menawarkan nilai tukar yang kompetitif untuk 40 mata uang asing. Platform fintech ini bisa diakses secara online kapan saja, dan dapat menyelesaikan kegiatan transaksi internasional dalam waktu 1 hingga 3 hari.


“Bisnis kelas internasional seperti Marugame pun menuntut solusi transfer internasional yang aman, praktis, dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Kami senang Marugame telah mempercayakan Wallex dalam memfasilitasi kegiatan pembayaran internasional,” ungkap Andy.

Credit: kompas.com

Sriboga’s story continues to be written every day by thousands of men and women around the world. Their experience, loyalty and trust provides inspiration for growth. Sriboga is an innovative company, with strategic planning extending well into the future. Nevertheless, Sriboga stays true to their history and values. The wheat stalk is our history, it reminds us of where we began. It is our link to our past, which goes back over 20 years, as we plan for the future, overcome a new set of challenges and contribute to a sustainable economy for our people.

  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya
  • Sriboga Raturaya

WHAT WE DO

LEADERSHIP TEAM


ETHICS


BRAND IDENTITY


BUSINESS MODEL


OUR PEOPLE


GOVERNANCE

OUR COMPANIES
NEWS

IN THE MEDIA 

INDUSTRY NEWS


SRIBOGA NEWS

 

EVENTS

Copyright © 2020 PT Sriboga Raturaya